Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

12 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Bond Girl Menyesal Abaikan Perawatan Osteoporosis Sejak Dini

Senin 04 Jul 2022 16:18 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Aktris asal Swiss yang terkenal sebagai Bond girl pertama, Ursula Andress, mengungkap bahwa dirinya pernah mengabaikan diagnosis osteoporosis.

Aktris asal Swiss yang terkenal sebagai Bond girl pertama, Ursula Andress, mengungkap bahwa dirinya pernah mengabaikan diagnosis osteoporosis.

Foto: EPA/PETER SCHNEIDER
Ursula Andress, pemeran Bond girl pertama, mengabaikan diagnosis osteoporosisnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Aktris asal Swiss, Ursula Andress, mengungkap bahwa dirinya pernah mengabaikan diagnosis osteoporosis. Bond girl pertama yang kini berusia 86 tahun itu didiagnosis osteoporosis pada awal 2000-an, saat usianya masih 64 tahun.

Osteoporosis adalah kondisi ketika kepadatan tulang berkurang sehingga tulang menjadi keropos dan mudah patah. Seiring dengan meningkatnya risiko patah tulang, penderita sering menjadi tidak bisa bergerak.

Baca Juga

Andress kembali berbagi tentang kondisinya dalam sebuah wawancara tahun 2008 dengan Daily Mail. Dalam wawancara tersebut dia mengatakan tak ingin menghabiskan masa tuanya dalam kondisi lumpuh atau bungkuk lantaran osteoporosis.

"Jika saya tidak bisa aktif, saya lebih baik mati. Saya tidak bisa mengatasi tanpa mobilitas penuh. Hidupku akan berakhir," kata Andress dalam wawancara tersebut, seperti dilansir laman Express saat filmnya Dr No ditayangkan kembali di Inggris, Ahad (3/7/2022).

Pada awal diagnosis, Andress mengaku terkejut karena dia tak merasakan sakit atau ada sesuatu yang aneh dengan tubuhnya. Itulah mengapa dia pun mengabaikan saran dan peringatan dokter setelah diagnosis tersebut.

Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) menjelaskan, sering kali kondisi ini tidak menimbulkan rasa sakit sampai terjadi patah tulang. Ketika patah tulang terjadi, itu adalah sumber rasa sakit jangka panjang bagi penderita. Beberapa dari mereka mengalami gejala membungkuk ke depan jika tulang belakang yang patah.

"Bodohnya, saya menolak untuk menganggap diagnosis itu serius. Dokter mengatakan kepadaku untuk minum pil setiap hari dan kalsium agar menjaga kepadatan tulang," kata dia.

Kekurangan kalsium selama bertahun-tahun adalah penyebab utama kondisi ini. Rendahnya kadar zat kimia ini dapat menyebabkan tulang menjadi kurang padat. Ini juga menyebabkan keropos tulang dini dan itulah yang menyebabkan risiko patah tulang meningkat.

Alasan lain mengapa diagnosis Andress begitu mengejutkan adalah karena dia mengatakan dia telah mengonsumsi kalsium. Dia menjelaskan, selalu makan susu dan makanan kaya kalsium.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile