Rabu 26 Feb 2025 07:27 WIB

Gencatan Senjata Diteruskan, Media Israel: Hamas akan Serahkan Tawanan tanpa Upacara

Israel telah menunda pembebasan 600 tahanan Palestina sejak Sabtu.

Ambulans Palang Merah menanti sandera Israel yang dibebaskan di di Nuseirat, Jalur Gaza tengah, Sabtu, 22 Februari 2025.
Foto: AP Photo/Abdel Kareem Hana
Ambulans Palang Merah menanti sandera Israel yang dibebaskan di di Nuseirat, Jalur Gaza tengah, Sabtu, 22 Februari 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM — Pejabat Israel dan Hamas mengatakan pada Selasa (25/2/2025), mereka telah mencapai kesepakatan untuk menukar jenazah sandera yang telah meninggal dengan pembebasan ratusan tahanan Palestina. Gencatan senjata yang disebut sebagian kalangan amat rapuh tersebut bisa berjalan setidaknya dalam beberapa hari ke depan, lapor AP News. 

Israel telah menunda pembebasan 600 tahanan Palestina sejak Sabtu (22/2/2025), untuk memprotes apa yang disebutnya sebagai perlakuan memalukan terhadap sandera selama pembebasan mereka oleh Hamas. Kelompok militan itu mengatakan, penundaan tersebut merupakan "pelanggaran serius" terhadap gencatan senjata. Hamas sebelumnya menegaskan, pembicaraan gencatan senjata tahap kedua tidak mungkin dilakukan sampai mereka dibebaskan.

Baca Juga

Kebuntuan tersebut mengancam akan menghancurkan gencatan senjata ketika tahap pertama kesepakatan yang berlangsung selama enam pekan berakhir akhir pekan ini. Pada Selasa malam, Hamas mengatakan sebuah kesepakatan telah dicapai untuk menyelesaikan perselisihan itu selama kunjungan ke Kairo oleh delegasi yang dipimpin oleh Khalil al-Hayya, seorang pejabat politik tinggi dalam kelompok itu.

Terobosan tersebut tampaknya membuka jalan bagi pengembalian jenazah empat sandera yang telah meninggal dan ratusan tahanan tambahan yang dijadwalkan akan dibebaskan berdasarkan gencatan senjata.

Para tahanan yang sebelumnya mendapat jadwal pembebasan, akan dibebaskan bersamaan dengan jenazah para tahanan Israel yang telah disetujui untuk diserahkan. Hal tersebut dilakukan bersamaan dengan pembebasan sejumlah tahanan Palestina baru, kata pernyataan Hamas.

Dari pihak Israel, salah satu pejabat zionis, yang berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang berbicara kepada media, mengonfirmasi kesepakatan untuk membawa pulang jenazah-jenazah tersebut dalam beberapa hari mendatang. Ia tidak memberikan perincian lebih lanjut.

Namun, laporan media Israel mengatakan pertukaran tersebut dapat dilakukan paling cepat pada Rabu. Situs berita milik Israel Ynet mengatakan jenazah-jenazah Israel akan diserahkan kepada otoritas Mesir tanpa upacara publik apa pun.

Hamas telah membebaskan sandera, dan jenazah empat sandera yang telah meninggal, dalam upacara publik besar-besaran. Tawanan Israel melambaikan tangan kepada banyak orang. Mereka pun tampak mencium kening para pejuang dan mengucapkan terima kasih atas perlindungan yang didapatkan selama perlindungan.

Israel mengatakan upacara tersebut memalukan bagi para sandera, dan Israel akhir pekan lalu menunda pembebasan tahanan yang dijadwalkan sebagai bentuk protes.

Perlakuan Hamas terhadap tawanan Israel pun dinilai berbeda jauh dengan tahanan Palestina yang dilepaskan dari penjara. Hampir semua tahanan Palestina mendapatkan cedera, berat badan yang jauh berkurang, dengan kondisi kesehatan yang memprihatinkan.

 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement