
Ahad , 17 Apr 2022, 12:40 WIB
Perludem: Irisan Pemilu dan Pilkada Pengaruhi Integritas Penyelenggara

Jumat , 08 Apr 2022, 02:50 WIB
Perludem Anggap Wajar Pembahasan Anggaran Dikaitkan Penundaan Pemilu

Kamis , 10 Feb 2022, 19:51 WIB
Mengawal Tuntas Keterwakilan Perempuan di KPU dan Bawaslu

Kamis , 10 Feb 2022, 16:02 WIB
Calon Anggota KPU dan Bawaslu Diharapkan Miliki Kriteria Ini

Ahad , 23 Jan 2022, 10:00 WIB
Perludem: Usulan Pemungutan Suara 14 Februari Melalui Kalkulasi Teknis

Sabtu , 22 Jan 2022, 11:44 WIB
Perludem Ingatkan Beban Petugas Pemilu Harus Manusiawi

Ahad , 26 Dec 2021, 08:10 WIB
Pegiat Sayangkan Pembahasan Jadwal Pemilu Berlarut-larut

Kamis , 30 Sep 2021, 06:58 WIB
Titi: TNI/Polri Jabat Pj Kepala Daerah Picu Dwifungsi ABRI

Selasa , 14 Sep 2021, 17:45 WIB
Perludem Nilai Pemilih Perempuan Loyal Secara Politik

Kamis , 26 Aug 2021, 12:10 WIB
Jelang 2024, Gugatan UU Pemilu ke MK Diperkirakan Menguat

Kamis , 05 Aug 2021, 22:15 WIB
Perludem: Penyederhanaan Surat Suara Gagasan Progresif

Rabu , 10 Mar 2021, 04:08 WIB
Perludem: RUU Pemilu Masih Berpeluang Dibahas

Perludem: Bawaslu Bisa Proses Kasus Bupati Terpilih WNA
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menilai, kasus dwi kewarganegaraan yang diduga dilakukan Bupati Sabu Raijua terpilih Orient P Riwu Kore telah melanggar Undang-Undang tentang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada). Hal ini berkaitan dengan tindakannya yang tidak memberikan keterangan dengan benar soal dirinya memiliki kewarganegaraan ganda. "Soal proses hukum saya berpandangan masih bisa...

Ahad , 24 Jan 2021, 21:22 WIB
Draf RUU Pemilu: Pilkada 2022 dan 2023 Tetap Digelar

Senin , 11 Jan 2021, 05:12 WIB
Pengamat: Prediksi Partisipasi Pilkada Rendah tidak Terbukti

Sabtu , 12 Dec 2020, 12:58 WIB
Perludem Minta Pemerintah Terbuka Jika Ada Klaster Pilkada

Senin , 23 Nov 2020, 07:40 WIB
Perludem Catat 6 Hal Harus Diantisipasi Jelang Pilkada 2020

Kamis , 05 Nov 2020, 19:47 WIB
Pilkada 2020, Indonesia Bisa Belajar dari Pilpres AS

Rabu , 21 Oct 2020, 21:00 WIB
'Sosialisasi Kotak Kosong Boleh di Daerah Calon Tunggal'

Kamis , 15 Oct 2020, 19:43 WIB
Perludem Ungkap Problematika Berulang dalam Pilkada

Sabtu , 03 Oct 2020, 13:34 WIB
Perludem: Kebutuhan Perppu Pilkada Mendesak

Senin , 28 Sep 2020, 02:19 WIB
Pengawasan Protokol Kesehatan Saat Kampanye Agar Konsisten

Jumat , 18 Sep 2020, 05:36 WIB
Konser Musik tak Diatur Eksplisit di UU Pilkada

Sabtu , 20 Jun 2020, 07:05 WIB
Perludem Prediksi Pilpres 2024 Lahirkan Tokoh Alternatif

Sabtu , 20 Jun 2020, 02:35 WIB
Perludem Kritisi Tiga Jadwal Pemilihan pada Pemilu 2024

Tahap Pilkada Sebaiknya Dimulai Setelah Fase Puncak Corona
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menyarankan agar tahapan Pemilihan kepala daerah serentak 2020 baru dimulai kembali setelah Indonesia melewati fase puncak Covid-19. Hal itu untuk menghindari tindakan kontraproduktif dalam upaya menekan penularan Covid-19. "Kita jangan melakukan tindakan kontra produktif ketika saat ini kita sedang berupaya menekan penularan Covid-19, sebaiknya penyelenggaraan dimulai kembali...

Selasa , 05 Nov 2019, 18:03 WIB
Parpol Ditagih Komitmen Berantas Korupsi Lewat UU Pilkada

Selasa , 05 Nov 2019, 14:32 WIB
Perludem Usul Pilkada DKI pada 2022

Sabtu , 12 Oct 2019, 02:22 WIB
Perludem: Pimpinan Komisi II Harus Punya Visi Soal Demokrasi

Kamis , 05 Sep 2019, 08:13 WIB
Perludem Dorong Perbaikan Regulasi Caleg Perempuan

Jumat , 30 Aug 2019, 10:39 WIB
Perludem: Caleg Perempuan Masih Diwarnai Politik Kekerabatan

Sabtu , 24 Aug 2019, 07:19 WIB
Perludem Soroti Jabatan Kosong Imbas Pilkada Serentak 2024

Kamis , 25 Jul 2019, 18:50 WIB
Perludem: Perlu Revisi UU Pilkada untuk Penerapan Rekap-El

Senin , 15 Jul 2019, 01:14 WIB
Perludem: Inisiasi Rekap-El Harus Dimulai Sekarang

Selasa , 23 Apr 2019, 16:18 WIB