Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

12 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Jokowi Minta Daerah Gunakan Anggaran tak Terduga Tekan Inflasi

Kamis 18 Aug 2022 05:13 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri  / Red: Ratna Puspita

Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Foto: ANTARA/Galih Pradipta
Jokowi minta mendagri mengeluarkan surat untuk menekan inflasi di daerah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk mengeluarkan payung hukum agar pemerintah daerah dapat menggunakan anggaran tak terduga. Anggaran itu dibutuhkan guna menekan inflasi di daerah. 

“Gunakan dan saya sudah perintahkan ke mendagri untuk mengeluarkan entah surat keputusan atau surat edaran yang menyatakan bahwa anggaran tidak terduga bisa digunakan untuk menyelesaikan inflasi di daerah,” ujar Jokowi dalam sambutannya saat membuka rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/8/2022).

Baca Juga

Jokowi mengatakan, anggaran tak terduga bisa digunakan untuk menutup biaya transportasi bagi berbagai kebutuhan pokok masyarakat sehingga bisa menekan tingginya biaya transportasi dan distribusi bahan pokok antardaerah. “Gunakan (anggaran tak terduga) untuk itu tadi, menutup biaya transport, biaya distribusi. Ini kerja lapangan yang harus TPIP. TPID semuanya ngerti barang-barang mana yang menjadi masalah karena momok semua negara sekarang ini inflasi,” ujar Jokowi.

Jokowi meyakini, jika kepala daerah mampu bekerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan juga daerah maka berbagai penyebab kenaikan inflasi di daerah pun dapat dikendalikan. Sebab, menurutnya, Indonesia masih memiliki berbagai barang kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat.

Ia mencontohkan, di Merauke, Papua, pernah memiliki stok beras yang melimpah, tetapi tak banyak masyarakat yang membeli. Bahkan beras di Merauke saat itupun masih murah yakni hanya Rp 6 ribu. Sementara di daerah lain justru mengalami kekurangan beras. Karena itu, ia meminta agar stok bahan pangan yang melimpah di daerah lain bisa didistribusikan ke daerah lainnya yang mengalami kekurangan.

“Problemnya transportasi mahal, saya sampaikan kemarin di dalam rapat kepada Mendagri, transportasi itu mestinya anggaran tak terduga bisa digunakan untuk menutup biaya transportasi bagi barang-barang yang ada,” kata dia. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile