Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

11 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Divonis Penjara Seumur Hidup, Kolonel Priyanto: Kami Pikir-Pikir Dulu

Selasa 07 Jun 2022 07:23 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Bilal Ramadhan

Terdakwa kasus pembunuhan berencana, Kolonel Inf Priyanto divonis penjara seumur hidup.

Terdakwa kasus pembunuhan berencana, Kolonel Inf Priyanto divonis penjara seumur hidup.

Foto: ANTARA/Aprillio Akbar
Kolonel Priyanto pembunuh dua remaja di Nagreg, Jabar divonis penjara seumur hidup.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Hakim Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta menjatuhkan vonis penjara seumur hidup kepada terdakwa kasus pembunuhan berencana dua remaja sipil di Nagreg, Jawa Barat, Kolonel Infanteri Priyanto. Menanggapi putusan itu, Priyanto menyatakan bakal menggunakan haknya untuk berpikir dan berdiskusi terlebih dahulu dengan tim penasihat hukum.

Awalnya, Hakim Ketua Brigjen TNI Faridah Faisal menjelaskan, vonis tersebut diambil setelah majelis hakim telah bermusyawarah dan mempertimbangkan semua hal. Faridah mengatakan, terdakwa yang didampingi oleh penasihat hukum mempunyai hak untuk menentukan upaya hukum selanjutnya atas putusan ini.

Baca Juga

Pertama, Priyanto dapat menyatakan menerima putusan. Kedua, ia bisa menyatakan menolak putusan dan menyatakan banding. Ketiga, terdakwa bisa menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari.

"Sampai dengan tujuh hari kedepan terdakwa tidak menyatakan sikap menerima atau menolak putusan, terdakwa dianggap menerima putusan," kata Faridah dalam sidang di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Selasa (7/6/2022).

Faridah kemudian mempersilakan Priyanto untuk berkoordinasi dengan tim penasihat hukumnya. Priyanto pun menghampiri meja tim penasihat hukum yang berada di sisi kanannya.

Setelah berdiskusi beberapa saat, Priyanto kembali ke hadapan majelis hakim. Ia menyampaikan bahwa dirinya dan tim penasihat hukum sepakat untuk menggunakan hak berpikir selama tujuh hari dalam menanggapi putusan tersebut.

"Kami nyatakan pikir-pikir," ucap Priyanto seraya berdiri di hadapan majelis hakim dengan sikap tegap sempurna.

Faridah pun menerima keputusan Priyanto. Ia lantas menyampaikan hal yang sama kepada Oditur Militer Tinggi II Jakarta. "Oditur juga mempunyai hak yang sama, silakan," ujar Faridah.

"Pikir-pikir, Yang Mulia," jawab Oditur Militer Tinggi II Jakarta, Kolonel Sus Wirdel Boy.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile