Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

 

4 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Polisi New Mexico Selidiki Pembunuhan Terhadap Empat Pria Muslim

Ahad 07 Aug 2022 03:20 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Reiny Dwinanda

Pemakaman Muhammad Afzaal Hussain (27 tahun) di Fairview Memorial Park, Albuquerque, New Mexico, AS  pada Jumat (5/8/2022). Petugas yakin kematian pria berusia 27 tahun dan pria Muslim lainnya dalam sembilan bulan terakhir merupakan pembunuhan yang ditargetkan dan terkait dengan SARA.

Pemakaman Muhammad Afzaal Hussain (27 tahun) di Fairview Memorial Park, Albuquerque, New Mexico, AS pada Jumat (5/8/2022). Petugas yakin kematian pria berusia 27 tahun dan pria Muslim lainnya dalam sembilan bulan terakhir merupakan pembunuhan yang ditargetkan dan terkait dengan SARA.

Foto: Chancey Bush/The Albuquerque Journal via AP
Empat pria Muslim menjadi korban pembunuhan di New Mexico selama 9 bulan terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW MEXICO -- Polisi di New Mexico, Biro Investigasi Federal (FBI), dan US Marshals Service masih terus menyelidiki pembunuhan empat pria Muslim. Gubernur negara bagian  pada Jumat (5/8/2022) menggambarkan kasus tersebut sebagai "pembunuhan yang ditargetkan."

 

Kepala Polisi Albuquerque, Harold Medina, pada Sabtu (6/8/2022) mengatakan, seorang pemuda yang merupakan bagian dari komunitas Muslim dibunuh. Nama korban dan bagaimana dia terbunuh tidak diungkapkan.

Baca Juga

Polisi mengatakan, dalam tiga kasus sebelumnya para korban disergap dan ditembak tanpa peringatan. Medina mengatakan, pembunuhan itu mungkin terkait dengan tiga pembunuhan sebelumnya.

Polisi di New Mexico sebelumnya mengatakan, pembunuhan terhadap komunitas Muslim terjadi dalam sembilan bulan terakkhir. Mereka diduga menjadi sasaran karena agama dan ras.

"Pembunuhan yang ditargetkan terhadap penduduk Muslim Albuquerque sangat membuat marah dan sepenuhnya tidak dapat ditoleransi," kata Gubernur New Mexico Michelle, Lujan Grisham, di Twitter pada Sabtu malam. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile