REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Perut buncit dapat berdampak negatif pada kesehatan dan dapat menyebabkan beberapa kondisi kronis. Salah satu jenis lemak perut, lemak visceral, merupakan faktor risiko utama untuk diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan bahkan stroke.
Meskipun menghilangkan lemak di area perut sangat sulit, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Dilansir laman Healthline, Selasa (14/1/2025), berikut cara untuk menghilangkan lemak di perut:
1. Perbanyak konsumsi serat larut
Serat larut dapat menyerap dalam air dan membentuk gel yang membantu meningkatkan kesehatan pencernaan. Penelitian menunjukkan serat ini dapat meningkatkan penurunan berat badan dengan membantu tubuh merasa kenyang, sehingga Anda secara alami akan makan dalam jumlah sedikit. Sumber serat laru terbaik meliputi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, gandum, barley, dan lainnya.
2. Hindari makanan yang mengandung lemak trans
Lemak trans adalah lemak tak jenuh yang biasa ditemukan pada beberapa margarin dan makanan kemasan. Lemak ini telah dikaitkan dengan penyakit jantung, resistensi insulin, dan peningkatan lemak perut.
3. Konsumsi makanan berprotein tinggi
Protein merupakan nutrisi yang sangat penting untuk manajemen berat badan. Asupan protein yang tinggi meningkatkan pelepasan hormon kenyang peptida YY, yang mengurangi nafsu makan dan meningkatkan rasa kenyang.
Protein juga meningkatkan laju metabolisme dan membantu tubuh mempertahankan massa otot selama penurunan berat badan. Sumber protein terbaik antara lain daging, ikan, telur, susu, kacang-kacangan, dan protein whey.
4. Kelola stres
Stres dapat membuat lemak di perut semakin bertambah dengan memicu kelenjar adrenal untuk memproduksi kortisol, yang juga dikenal sebagai hormon stres. Penelitian menunjukkan bahwa kadar kortisol yang tinggi meningkatkan nafsu makan dan mendorong penyimpanan lemak perut.
5. Kurangi makanan dan minuman manis
Gula mungkin mengandung fruktosa yang dikaitkan dengan beberapa penyakit kronis jika dikonsumsi berlebihan. Ini termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan penyakit hati berlemak. Studi observasional juga menunjukkan hubungan antara asupan gula tinggi dan peningkatan lemak perut.