REPUBLIKA.CO.ID, GUATEMALA CITY -- Empat puluh orang masih dinyatakan hilang setelah tanah longsor mematikan terjadi pekan lalu di Guatemala. Sementara, jumlah korban tewas dalam insiden itu telah mencapai ratusan orang.
"Saat ini kami mendata terdapat 264 korban tewas dan terus mencari 40 orang yang masih hilang," ungkap Julio Sanchez, juru bicara petugas pemadam kebakaran dan pekerja penyelamat di lokasi bencana, Ahad (11/10) kepada AFP.
Ia menginformasikan, upaya pencarian akan terus dilanjutkan selama akhir pekan. Sementara, para pejabat mengatakan mereka akan bertemu pada Senin untuk menentukan kapan untuk mengakhiri operasi.
Bencana terjadi pada 1 Oktober di kota Santa Catarina Pinula, sekitar 15 kilometer timur dari Guatemala City. Longsor meratakan sekitar 200 tempat tinggal warga di wilayah tersebut.