Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

9 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Harga Jual Kedelai Impor di Kudus Capai Rp 12.150/kg

Ahad 17 Jul 2022 00:01 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Perajin tahu dan tempe mmeriksa kualitas kedelai impor (ilustrasi). Harga kedelai impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, saat ini mencapai Rp 12.150 per kilogram, sedangkan sebelumnya hanya berkisar Rp 11.800/kg.

Perajin tahu dan tempe mmeriksa kualitas kedelai impor (ilustrasi). Harga kedelai impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, saat ini mencapai Rp 12.150 per kilogram, sedangkan sebelumnya hanya berkisar Rp 11.800/kg.

Foto: ANTARA/Irwansyah Putra
Pada Mei 2022 harga kedelai masih berkisar Rp 11.800/kg.

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS -- Harga kedelai impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, saat ini mencapai Rp 12.150 per kilogram, sedangkan sebelumnya hanya berkisar Rp 11.800/kg.

"Pada Mei 2022 harganya memang berkisar Rp 11.800/kg, sedangkan pertengahan Maret 2022 sempat mencapai Rp 12.000/kg. Kini naik lagi menjadi Rp 12.150/kg," kata Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf.

Baca Juga

Ia menduga fluktuasi harga jual komoditas impor tersebut disebabkan karena banyak faktor. Mulai dari indeks harga, nilai tukar rupiah yang merosot serta situasi global saat ini.

Meskipun terjadi fluktuasi harga, imbuh dia, stok kedelai tersedia cukup, bahkan kebutuhan berapapun masih bisa dipenuhi oleh pihak distributor. Untuk stok kedelai impor di gudang saat ini berkisar 50 ton, sedangkan permintaan berkisar 15 ton - 20 ton per harinya.

Sementara kedelai lokal yang menjadi alternatif, untuk saat ini tidak tersedia. Jumlah pengusaha tahu dan tempe di Kabupaten Kudus sendiri diperkirakan mencapai 300-an pengusaha yang tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Kecamatan Kota, Jekulo, Kaliwungu, Dawe, Bae, Gebog, Undaan, Mejobo dan Jati.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile