
Selasa , 18 Jan 2022, 20:51 WIB
In Picture: Pertemuan Ketua DPD dengan AHY

Selasa , 11 Jan 2022, 16:25 WIB
In Picture: Gatot Nurmantyo Gugat Presidential Treshold ke MK

Sabtu , 06 Nov 2021, 17:35 WIB
Pengamat: Presidential Threshold Tinggi Sulitkan Presiden

Sabtu , 06 Nov 2021, 07:31 WIB
Pengamat: PT Buat Presiden Jadi 'Petugas Parpol'

Kamis , 28 Oct 2021, 19:45 WIB
Wakil Ketua MPR Dorong Presidential Threshold Ditinjau Ulang

Rabu , 27 Oct 2021, 19:31 WIB
Ketua DPD RI: Presidential Threshold Terbaik adalah 0 Persen

Rabu , 10 Mar 2021, 15:54 WIB
Pakar: Pemerintah tidak Serius Benahi Pemilu

Ahad , 08 Jul 2018, 04:19 WIB
Menjadikan Pilpres Seperti Piala Dunia

Jumat , 16 Mar 2018, 11:28 WIB
Pengamat: Partai Sulit Raih 25 Persen Suara Nasional

Jumat , 16 Mar 2018, 09:45 WIB
Pengamat: Poros Ketiga Sulit Dibentuk

Jumat , 12 Jan 2018, 19:10 WIB
Dengan PT 20 Persen, Demokrat Yakin Tetap Bisa Usung Capres

Jumat , 12 Jan 2018, 05:05 WIB
Golkar: Ambang Batas tidak akan Munculkan Capres Tunggal

Gerindra: Mengapa MK Loyo?
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pasal 222 UU Pemilu mengenai ambang batas pencalonan Presiden atau Presidential Threshold (PT), dinilai sebagai tanda MK telah kehilangan rasionalitas. Padahal semestinya MK menyelaraskan cara berpikir Undang-undang (UU) yang ada dengan UU Dasar 1945. "Tugas MK adalah menyelaraskan cara berpikir atau cara pandang yang dianggap bertentangan dengan Undang-undang Dasar 45, termasuk yang...

Selasa , 17 Oct 2017, 06:59 WIB
Pengamat: Masyarakat Masih Ingin Figur Alternatif di Pilpres

Rabu , 27 Sep 2017, 15:11 WIB
Mendagri Mengaku Heran PT 20 Persen Dipermasalahkan

Selasa , 05 Sep 2017, 11:18 WIB
Pernah Empat Kali Ditolak, Yusril Kembali Gugat UU Pemilu

Jumat , 04 Aug 2017, 06:48 WIB
Dukungan HT ke Jokowi Diharapkan Bukan Barter

Jumat , 04 Aug 2017, 05:48 WIB
HT Dukung Jokowi, Fadli: Polanya Seperti Stick and Carrot

Jumat , 04 Aug 2017, 04:45 WIB
'Pernyataan Waketum Gerindra Jadi Pelajaran Bagi Politikus'

Jumat , 04 Aug 2017, 03:30 WIB
Pengamat Sebut Dukungan HT ke Jokowi Layak Diragukan

Jumat , 04 Aug 2017, 02:45 WIB
HT Dukung Jokowi, Fadli Zon: Hukum Jadi Alat Politik

Jumat , 04 Aug 2017, 02:00 WIB
PDIP Disebut PKI, Pengamat: Teguran Prabowo Sudah Tepat

Jumat , 04 Aug 2017, 01:15 WIB
Pengamat: Tudingan PDIP Sama dengan PKI Harus Disertai Bukti

Kamis , 03 Aug 2017, 07:18 WIB
Pengamat: Banyak Kepentingan HT Dukung Joko Widodo

Kamis , 27 Jul 2017, 01:45 WIB
Ini 3 Cacat Fundamental Jika UU Pemilu Dipakai Pilpres 2019

Pengamat: Sistem Pilpres 2019 Mudahkan Masyarakat Memilih
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Ketua Program Magister Ilmu Politik FISIP Universitas Diponegoro Semarang Teguh Yuwono menilai sistem Pemilihan Umum Presiden 2019 dengan menerapkan ambang batas pencalonan presiden 20 atau 25 persen bakal memudahkan rakyat memilih calon presiden. "Dengan ketentuan "presidential threshold" 20 persen dari kursi DPR RI atau 25 persen dari total suara sah pada Pemilu 2014, kemungkinan besar paling banyak...

Jumat , 21 Jul 2017, 16:12 WIB
Perludem: Ada Diskriminasi dalam Pemberlakuan PT 20 Persen

Kamis , 20 Jul 2017, 11:54 WIB
Rapat Paripurna DPR Dihadiri 385 Anggota

Kamis , 20 Jul 2017, 11:49 WIB
PAN Harap Keputusan di Paripurna Bisa dengan Musyawarah

Kamis , 20 Jul 2017, 11:41 WIB
Demokrat Ingin Ambang Batas Pencalonan Presiden Ditiadakan

Selasa , 18 Jul 2017, 10:35 WIB
Lukman Edy: Ada Indikasi Beberapa Fraksi Setuju 20 Persen

Kamis , 06 Jul 2017, 03:00 WIB
'Usulan Syarat Capres 25 Persen Perkuat Legitimasi Politik'

Senin , 26 Jun 2017, 23:21 WIB
Mendagri: Presidential Threshold tak Ciderai Konstitusi

Ahad , 25 Jun 2017, 01:01 WIB
'Ambang Batas Pencalonan Presiden Sebaiknya 0 Persen'

Kamis , 08 Jun 2017, 14:36 WIB